RSS

Kamis, 12 Maret 2015

Manusia Tidak Semata-mata Hanya Makhluk Biologis


MANUSIA  SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu
Individu adalah manusia yang memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia “perseorangan” atau “orang seorang” yang memiliki keunikan. Setiap manusia memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun orang itu terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis sama, meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.
Setiap manusia memiliki ciri khas yang berbeda. Baik itu ciri fisik maupun ciri psikisnya. Tidak mungkin seorang manusia memiliki ciri khas yang sama persis dengan orang lain. bahkan seseorang yang di katakan kembar identik pun pasti memiliki ciri khas yang berbeda, misal dari sidik jarinya. Keunikan dan ciri khas masing-masing orang itulah yang dijadikan faktor pembeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.
Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran, sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari orang lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia, kita tetap dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. Seperti di tengah-tengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang, kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. Sebaliknya, bila hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan atau binatang, sulit bagi kita untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis.
 Ciri-ciri seseorang tidak hanya bisa dilihat melalui fisiknya saja, tetapi juga dapat dilihat dari sifatnya dan karakter seseorang tersebut. Jika dilihat dari fisiknya, seseorang dapat dibedakan menjadi orang yang gemuk, orang yang kurus, tinggi, langsing, pendek, mancung, tidak mancung, bermata sipit, bermata bundar, berkulit putih, hitam atau berkulit sawo matang. Jika dilihat dari sifatnya, seseorang dapat dibedakan menjadi orang yang penyabar, pendiam, cerewet, sombong, pemalas, rajin dan lainnya.
 MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL
Menurut kodratnya, Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu :
1.    Karena manusia tunduk pada aturan yang berlaku.
2.    Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
3.    Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4.    Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
1. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu
               
sama lain.
2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia
   
yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan
   
dengan orang lain kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan
   
kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti
    
semula.
3.Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang  
  
sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Ø  Peranan manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial
Sebagai mahluk individu, manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia. Manusia sebagai mahluk individu berupaya merealisasikan segenap potensi dirinya, baik potensi jasmani maupun potensi rohani.
Manusia sebagai pribadi adalah berhakikat sosial, artinya manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi sosial membentuk kehidupan berkelompok pada manusia.
Manusia sebagai mahluk sosial memiliki implikasi-implikasi :
a.    Kesadaran akan ketidak berdayaan manusia bila seorang diri.
b.    Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain
c.    Penghargaan akan hak-hak orang lain.
d.    Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.

Keberadaan sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut :
a. Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
Membentuk kelompok-kelompok sosial.
c. Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK POLITIK
Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu manusia dinamakan sebagai makhluk politik.
Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat dilihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Manusia dan politik merupakan dua jenis entitas yang tidak dapat dipisahkan. Politik adalah sebuah tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh makhluk yang bernama manusia.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

Manusia adalah makhluk budaya artinya makhluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Tujuan dari pemahaman bahwa manusia sebagai makhluk budaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematik budaya yang berkembang di masyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan makhluk biologis saja, namun juga sebagai makhluk sosial, ekonomi, politik dan makhluk budaya.
Budaya itu diwariskan secara generatif ( biologis ) tapi melalui belajar. Menurut koentjaraningrat : “ kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Masalah kebudayaan adalah segala sistem/tata nilai, sikap mental, pola berpikir, pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Masalah tata nilai dapat menimbulkan kasus-kasus kemasyarakatan antara lain : dehumanisasi artinya pengurangan arti kemanusiaan seseorang. Jadi kita melihat dehumanisasi terjadi akibat tujuan pengembangan kebudayaan.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi“ sendiri berasal dari kata yunani ( oikos ) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan ( nomos ), atau “peraturan, aturan hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tanggaManusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi, inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial, tidak merupakan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara selektif, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PSIKOLOGI

Manusia adalah makhluk psikologi yang memiliki bawaan universal, unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya. Insan dalam bahasa arab menunjuk manusia sebagai makhluk psikologi, kata insan sendiri berasal dari tiga asal kata :
  a. Uns bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak
  b. Nasa yanusu bermakna terguncang, stres
  c. Nasiya yansa bermakna lupa
Bila manusia ditinjau dari sisi psikologinya adalah makhluk yang memilki harmoni jiwa, benci, jinak, cinta, terkadang stress dan sering lupa.

0 komentar:

Posting Komentar