MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU
Manusia sebagai makhluk individu
memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.
Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut
menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka
seseorang tidak disebut sebagai individu
Individu adalah manusia yang
memiliki kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia “perseorangan” atau
“orang seorang” yang memiliki keunikan. Setiap manusia memiliki keunikan atau
ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak
manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Sekalipun orang
itu terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan
psikis yang persis sama. Setiap anggota fisik manusia tidak ada yang persis
sama, meskipun sama-sama terlahir sebagai manusia kembar.
Setiap manusia memiliki ciri khas
yang berbeda. Baik itu ciri fisik maupun ciri psikisnya. Tidak mungkin seorang
manusia memiliki ciri khas yang sama persis dengan orang lain. bahkan seseorang
yang di katakan kembar identik pun pasti memiliki ciri khas yang berbeda, misal
dari sidik jarinya. Keunikan dan ciri khas masing-masing orang itulah yang
dijadikan faktor pembeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.
Walaupun secara umum manusia itu
memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada
hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu
terletak pada bentuk, ukuran, sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan
seseorang dari orang lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik
pada perbedaan fisik maupun psikis. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan
ribuan atau jutaan manusia, kita tetap dapat mengenali seseorang yang sudah
kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. Seperti di
tengah-tengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan
orang, kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal. Sebaliknya, bila
hal terjadi pada kumpulan atau kerumunan hewan atau binatang, sulit bagi kita
untuk mengenali satu hewan di tengah ribuan hewan yang sejenis.
Ciri-ciri seseorang tidak hanya bisa dilihat
melalui fisiknya saja, tetapi juga dapat dilihat dari sifatnya dan karakter
seseorang tersebut. Jika dilihat dari fisiknya, seseorang dapat dibedakan menjadi
orang yang gemuk, orang yang kurus, tinggi, langsing, pendek, mancung, tidak
mancung, bermata sipit, bermata bundar, berkulit putih, hitam atau berkulit
sawo matang. Jika dilihat dari sifatnya, seseorang dapat dibedakan menjadi
orang yang penyabar, pendiam, cerewet, sombong, pemalas, rajin dan lainnya.
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL
Menurut kodratnya, Manusia adalah makhluk sosial atau makhluk
bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa
akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan.Dalam hubungannya dengan
manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia
lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan
dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu
bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial,
juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan
(interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai
manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Tanpa bantuan manusia
lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang
lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa
mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena
beberapa alasan, yaitu :
1.
Karena manusia tunduk pada aturan yang berlaku.
2.
Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
3.
Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
4.
Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu
bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang
dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis
besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari
tiga hal yakni :
1. Tekanan
emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu
sama lain.
sama lain.
2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi
manusia
yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan
dengan orang lain kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan
kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti
semula.
yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan
dengan orang lain kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan
kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti
semula.
3.Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan
orang yang
sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Ø Peranan manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial
Sebagai
mahluk individu, manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia. Manusia
sebagai mahluk individu berupaya merealisasikan segenap potensi dirinya, baik
potensi jasmani maupun potensi rohani.
Manusia sebagai pribadi adalah
berhakikat sosial, artinya manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan
dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang
lain. Kebutuhan akan orang lain dan interaksi sosial membentuk kehidupan
berkelompok pada manusia.
Manusia
sebagai mahluk sosial memiliki implikasi-implikasi :
a. Kesadaran akan ketidak berdayaan
manusia bila seorang diri.
b. Kesadaran untuk senantiasa dan harus
berinteraksi dengan orang lain
c. Penghargaan akan hak-hak orang lain.
d. Ketaatan terhadap norma-norma yang
berlaku.
Keberadaan sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia
melakukan peran-peran sebagai berikut :
a. Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
b Membentuk kelompok-kelompok sosial.
c. Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan
tertib kehidupan kelompok.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK POLITIK
Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan
orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga
kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah
keharusan. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam
bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu
manusia dinamakan sebagai makhluk politik.
Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat dilihat
bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas
pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya. Manusia dan politik merupakan dua
jenis entitas yang tidak dapat dipisahkan. Politik adalah sebuah tindakan yang
hanya bisa dilakukan oleh makhluk yang bernama manusia.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia adalah makhluk budaya artinya makhluk yang
berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab.
Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk
menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi
kesempurnaan hidupnya.
Tujuan dari
pemahaman bahwa manusia sebagai makhluk budaya, agar dapat dijadikan dasar
pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematik budaya
yang berkembang di masyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan
makhluk biologis saja, namun juga sebagai makhluk sosial, ekonomi, politik dan
makhluk budaya.
Budaya itu
diwariskan secara generatif ( biologis ) tapi melalui belajar. Menurut
koentjaraningrat : “ kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar.
Masalah kebudayaan adalah segala sistem/tata nilai,
sikap mental, pola berpikir, pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan
yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Masalah tata
nilai dapat menimbulkan kasus-kasus kemasyarakatan antara lain : dehumanisasi
artinya pengurangan arti kemanusiaan seseorang. Jadi kita melihat dehumanisasi
terjadi akibat tujuan pengembangan kebudayaan.
MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI
Ekonomi merupakan salah satu ilmu
sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi,
distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi“ sendiri
berasal dari kata yunani ( oikos ) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (
nomos ), atau “peraturan, aturan hukum,” dan secara garis besar diartikan
sebagai “aturan rumah tanggaManusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi
pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi, inti dari masalah ekonomi yang
dihadapi manusia adalah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak
terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia
berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi
kebutuhannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial,
tidak merupakan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara selektif, serta
memperhatikan kelestarian lingkungan.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PSIKOLOGI
Manusia adalah makhluk psikologi yang memiliki bawaan
universal, unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia adalah insan
bila dilihat dari sudut pandang psikologinya. Insan dalam bahasa arab menunjuk
manusia sebagai makhluk psikologi, kata insan sendiri berasal dari tiga asal
kata :
a. Uns bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak
a. Uns bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak
b. Nasa yanusu
bermakna terguncang, stres
c. Nasiya yansa
bermakna lupa
Bila manusia
ditinjau dari sisi psikologinya adalah makhluk yang memilki harmoni jiwa,
benci, jinak, cinta, terkadang stress dan sering lupa.

0 komentar:
Posting Komentar